Wednesday, February 15, 2012



29-er

Sobat mtb-er.
Mungkin sudah sering dengar tentang MTB 29-er, itu yg roda nya ukuran 29". Ukuran roda ini mirip ukuran sepeda ontel atau sepeda balap (700c) yg lebih besar dari sepeda mtb normal (26").
Hari Minggu kemarin saya sempat jajal MTB 29-er ini sejauh 28 km di track Bukit Dinding KL. Mitos nya adalah: Mtb 29-er tidak akan cocok buat goweser yg kurang tinggi (alias pendek) seperti saya yang cuma 160cm. 29-er hanya proporsional buat yg jangkung-gede (>175cm), dan akan berat dipake nanjak karena ukuran perbandingan gear nya dengan roda besar akan semakin berat.

Mitos tinggal mitos, apa yg terjadi ternyata begitu mancal 4-5 gowesan, saya langsung merasa comfortable dan sama sekali tidak merasa bahwa sepeda itu kebesaran, atau ketinggian. kebetulan sepeda yg dipake adalah Giant XTC Composite 29-er (hardtail), ukuran S (16") yg panjang top-tubenya 22,6" lebih panjang sedikit dari ukuran top tube sepeda mtb biasa. untuk mengkompensasi top tube yg sedikit panjang, saya tukar stem 90mm dengan punya saya yang 80mm.
Yang luar biasa adalah rolling resistance-nya yg bikin track yang tidak rata seperti jadi lebih halus, dan turunan dengan drop-off kecil dilewati dengan lebih yakin karena roda besar tidak seperti menukik tajam. Tikungan (yg cukup lebar) bisa diambil lebih laju dan -aneh bin ajaib- tidak takut sliding atau ngesot. Traksi nya mantep, termasuk saat nanjak yg biasanya pake hardtail; "..wah ini pasti ngesot atau skidding nih.." .., eh ternyata nggak. Ban nya terus nempel di tanah tanpa free-spin.

Kelemahannya: waktu nanjak memang terasa berat (meskipun sepedanya nggak berat), dalam arti tanjakan yang biasa pake gigi 1 - 3 misalnya, harus turun satu gigi ke yg lebih ringan 1 - 2. Artinnya kalau ada tanjakan yg biasa kita pake gigi tembok (1-1) yg paling ringan, ada kemungkinan nggak akan ketanjak. Ini karena efek roda besar yang perlu momen yg lebih besar juga.
Lalu kalau single-track nya banyak switch back, agak susah belok2 di jalur sempit karena ban besar, Seperti membandingkan nyetir sedan sama minibus. Kekurangan lain adalah soal estetika (kalau ini memang bisa disebut sebagai kekurangan), kalau dilihat: orang pendek pakai sepeda roda gede seperti monyet sirkus pake sepeda katanya .. hehehe... Tapi di atas sadle 29-er, nggak ada tuh rasa sepeda itu besar.
(Lihat fotonya: cukup oke kan..., cuma ban kelihatan besar bener dibanding sepeda mtb normal)

Secara keseluruhan kesimpulannya adalah memuaskan. Ternyata mitos sepeda ban besar buat orang pendek tidak sepenuhnya benar. Handling dan performance nya ternyata memberikan kelebihan dan pengalaman baru.
Tapi sekali lagi ini hanya opini dari sekali riding, dan bukan untuk 29-er full suspension yang akan berbeda karena dengan adanya travel wheelbase akan lebih panjang yang membuat pengendalian lebih lambat/berat.

Salam Gowes.

Wednesday, April 06, 2011

Rekans,
Tulisan ini sebenarnya pernah dimuat di miling-lis. Supaya tidak hilang dan tetap terdokumentasi, saya posting lagi di sini dengan beberapa tambahan.


Tips Hari Ini – Geometri (Dasar)
Pastikan ukuran sepeda Anda sesuai dengan postur tubuh. Ukuran sepeda yang terlalu besar atau terlalu kecil akan berakibat gowes tidak efisien, atau lebih parah bisa menyebabkan cedera (sakit di pinggang atau bagian pundak).
Biasanya orang menentukan ukuran sepeda dengan menggunakan ukuran frame (yang sebetulnya adalah panjang seat-tube), seperti tabel di bawah ini:

Mountain Bikes – Referensi Ukuran

Tunggi Badan cm Tinggi Selangkangan cm Ukuran Frame
149 – 160 63 – 69 13 - 15 inches
160 - 170 69 - 74 15 - 17 inches
170 - 180 74 -79 17 - 19 inches
180 – 188 79 – 84 19 - 21 inches
188 – 193 84 – 89 21 - 23 inches
Di atas 193 Di atas 89 Lebih dari 23 inches

Tetapi tidak setiap pabrikan/merk sepeda memakai ukuran tsb, ada juga yang menggunakan ukuran S, M, L, XL, dst. Yang lebih membingungkan, untuk ukuran seat-tube yang sama, tidak selalu mempunyai panjang top-tube yang sama dengan ukuran bagian lainnya (seperti head-tube, dll) yang berbeda2 juga.

Karena itu pastikan ukuran sepeda cocok dengan postur badan. Dan acuan utamanya adalah panjang top-tube karena bagian ini hanya punya sedikit ruang untuk diatur, tidak seperti seat-tube yang bisa diatur lebih mudah dengan menaikturunkan seat-post.

Sebagai acuan awal:
((Panjang badan + panjang lengan)/2) + 100mm = (Panjang top tube + panjang stem) mm

Panjang badan = diukur dari lekukan tekan dibawah leher sampai ke tulang pinggul
Panjang lengan = diukur dari engsel bahu sampai ke pertengahan telapak tangan.

Sekali lagi, ini hanya sekedar acuan awal, perubahan sedikit2 dengan memaju/mundurkan sadel atau merubah panjang stem bisa dilakukan untuk membuat posisi di atas sepeda jadi nyaman. Yang penting saat gowes, badan agak membungkuk, dan tangan sedikit ditekuk (bukan lurus).

Tulisan berikutnya akan membahas mengenai geometri lanjutan yang meliputi pengaruh panjang chainstay, reach dan stack.

Selamat gowes.......!

Wednesday, March 30, 2011

Lets revive 'em up..


    Haalllooooww teman2 goweser...


    Mari kita ramaikan blog TGP ini lagi....


    Saya akan mulai lagi menulis soal2 teknis (dan non teknis) di blog ini yang mudah2an berguna buat rekan2 semua yang semakin keranjingan bersepeda. Dan semoga akhirnya bisa mengaktifkan kembali diskusi di jejaring dunia maya ini. Nantikan tulisan2 saya sekurang2nya sekali tiap minggu, apakah itu berupa soal teknis sepeda (equipment dan spare part), teknik gowes, atau pun kesehatan dan nutrisi buat para goweser. Saya juga mengharapkan masukan dari teman2 apakah itu berupa tulisan, komentar atau pertanyaan yang makin bisa meramaikan blogspot ini.



    About me (Buat yg belum kenal).


    Saya dulu tinggal di Cilegon mulai 1992 sampai 2008, dan mulai gowes sekitar tahun 1992 atau 1993-an itu lah, dengan rekan2 seperti Edy SJK, Luthfie "Banjir Bandang", Ary Martono, dan rekan2 dari Peni, pakai sepeda Federal Alley Cat cicilan dari Koperasi dengan frame Steel, yang beratnya 2x berat rata-rata sepeda sekarang dan geometry -untuk ukuran saya sekarang- yang bisa mematahkan pinggang. (Btw sepeda dukun ini masih ada di saya sampai sekarang).


    Setelah vakum selama beberapa tahun, saya dikompori teman2 Gripons untuk mulai lagi gowes lagi sekitar tahun 2002-an Pernah patah tulang bahu di Cibangkong (terimakasih pak Topo dkk yg membawa saya ke Baros waktu itu), jatuh jungkir balik saat merentas jalur DH-1 (yg sekarang sdh tidak ada lagi) dengan pak Pyan, dan belum pernah putus rantai sekalipun selama 10 tahun sampai bulan kemarin di KL (putus rantai 4 kali dalam sekali gowes).


    Sekarang saya tinggal di negeri jiran mencari sesuap nasi (dan kereta angin), berusaha gowes 2 hari sekali di jalan aspal ataupun tanah brangkal...



    Salam, dd

    Wednesday, October 06, 2010

    Haiiii.......!!!!!?

    Sekedar Test, sudah lama blog ini terbengkelai. Banyak sudah yang berubah yg berkenaan dengan Trek Gunung Pinang, baik dari sisi Trek nya, maupun ke organisasi an nya.

    Harap sabar, tidak lama lagi akan di informasikan next steps nya.
    Stay tuned!!!.
    Wass.

    Friday, June 08, 2007

    Trek Baru di TGP : DH-2

    Sangat terlambat!, tapi masih lebih baik daripada tidak sama sekali, iya toh???. Kira2 4 bulan yang lalu, telah dibuka trek baru di TGP, yaitu jalur Downhill - 2, adiknya Downhill - 1 yang sudah lebih dulu terkenal.

    DH-2, begitu sebutan populernya, sejak kelahirannya ternyata sangat digemari oleh semua kalangan yang berkesempatan menjajalnya. Semua kalangan, karena baik dari kalangan pemula, sampai para atlit senior dan professional, menyukai karakteristik jalur ini. Berbeda dengan kakaknya, DH-1 yang mempunyai sektor turunan curam yang terkenal itu (yang sulit dilalui oleh pemula), maka DH-2 seluruh jalurnya bisa dinikmati oleh kelas pemula. Pertanyaannya, kalau begitu apakah jalur DH-2 ini terlalu mudah?. Tidak juga, karena bila terlalu mudah, para atlit senior tentu tidak menyukainya, kurang tantangan, begitu kira2.

    Karakteristik DH-2 adalah banyaknya belokan2 serta halang rintang dalam skala kecil yang jumlahnya sangat banyak. Hal ini membuat para pemula akan sulit untuk mengembangkan kecepatan, karena membutuhkan skill yang tinggi untuk bisa melompati rintangan ataupun berkelok-kelok dengan kecepatan tinggi.
    Jadi, para atlit senior pun bisa sangat menikmati jalur ini, karena ketrampilan teknis mereka juga harus dikeluarkan agar bisa mencatatkan waktu yang terbaik.

    Tercatat kelab2 MTB yang telah berkesempatan mencicipi DH-2 seperti :
    H-4; The Lenongs; JDC; GSD; 022; Charmdevo dan banyak para freelancers. 99% dari mereka menyukainya dan terus kembali lagi dan lagi. Cobalah !, dan rasakan sendiri adrenalin rush yang akan terus memacu anda untuk lebih cepat, dan cepat lagi!!!.

    Sampai ketemu di DH-2 !!!!

    Monday, September 18, 2006

    Hasil Volcano Downhill Championship Serie-1

    Dear MTB-ers,
    Komunitas MTB Cilegon Serang Merak merasa beruntung sekali dengan terselenggaranya event ini. Betapa tidak, event yang kami gelar dengan persiapan minim dan dalam waktu yang tergolong singkat, ternyata disambut sangat baik oleh para atlit dan penggila sepeda Downhill se Indonesia. Tidak hanya itu, kami juga dapat menyaksikan secara langsung kehebatan aksi "celebrities" olahraga Downhill Nasional seperti Hoho, Risa dan para atlit2 lainnya, bahkan bersalaman, berfoto bersama dan bersoal jawab dengan mereka.

    Atas nama panitia dan komunitas MTB Cilegon Serang Merak, kami mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas perhatian dan partisipasi para Downhillers, tak lupa juga pada para wakil dari Media (RCTI, ANTEVE, CYCLINGS) yang telah turut meramaikan dan mempublikasikan event ini. Mohon maaf atas segala kekurangan kami, dan masih kami harapkan partisipasi anda semua dalam serie serie berikutnya.

    Kritik dan saran juga kami harapkan demi peningkatan kualitas penyelenggaraan kami dimasa mendatang.

    Terlampir berikut adalah hasil lengkap kejuaraan ini :

    Hasil lengkap Volcano Downhill Championship Serie-1,
    Gunung Pinang, 16-17 September 2006

    A. Kelas Junior (<18 thn) :
    Urutan; Nama; Club; Nomor Start; Waktu
    1; Jeffrey Gracia; Zero Two Two,Bandung; 101; 4:59:204
    2; Hildan Afosma; XTR, Malang; 103; 5:34:805
    3; Gregory Tobing; GSD, Tangerang; 102; 5:38:133

    B. Kelas Senior :
    Urutan; Nama; Club; Nomor Start; Waktu
    1; Nenda; Zero Two Two, Bdg; 204; 4:59:609
    2; Rony Fasya; Volcano MTB, Cilegon; 212; 5:05:287
    3; Mampuri; XTR, Malang; 210; 5:13:840
    4; Aji Setya; JDC, Jakarta; 208; 5:36:131
    5; Rizal Faizal; Zero Two Two, Bdg; 206; 5:44:131
    6; Yusuf Buana; XTR, Malang; 209; 5:51:929
    7; Chappy Daniel; JDC, Jakarta; 213; 5:54:152
    8; Gustar Mono; KPS Unjani, Bandung; 205; 7:03:598

    C. Kelas Master A :
    Urutan; Nama; Club; Nomor Start; Waktu
    1; Benny Setiawan; Kenc. _United, Malang; 504; 4:56:476
    2; Ramon Lalujan; GSD, Tangerang; 503; 5:24:458
    3; Rifa Bonnety; Zero Two Two, Bandung; 507; 5:29:186
    4; Fery OrUt; GSD, Tangerang; 502; 5:29:896
    5; Catur Guritno; Unscarred-United; 505; 6:01:722
    6; Alfan Rudianto; XTR, Malang; 512; 6:03:102
    7; Rudi Ogel; JDC, Jakarta; 510; 6:20:425
    8; Yudhi “jabrig”; JDC, Jakarta; 511; 7:06:713

    D. Kelas Master B :
    Urutan; Nama; Club; Nomor Start; Waktu
    1; Chandra Aria; Oakley Eiger Scott Charm; 601; 5:19:563
    2; Pyandono; Volcano MTB, Cilegon; 605; 5:42:047
    3; Hari Balfa; Zero Two Two, Bandung; 602; 6:13:802

    E. Kelas Elite Men :
    Urutan; Nama; Club; Nomor Start; Waktu
    1; Sugianto “Hoho”;Pelatnas SEAG, Mlg; 301; 4:30:469
    2; Chandra Kams; Oakley Eiger Scott,Bdg; 202; 4:33:136
    3; Afrizal Brasco; Eiger Charm Rinar,Bdg; 201; 4:38:405
    4; Priyo Susanto; Pelatnas SEA Games, Mlg; 302; 4:38:662
    5; Bambang Siadi; Kenc._United, Malang; 303; 4:39:999
    6; Cece On; Zero Two Two, Bandung; 203; 4:43:813
    7; Nurwarsito; SBM Eiger Charm,Bandung; 304; 4:47:725

    F. Kelas Women Open :
    Urutan; Nama; Club; Nomor Start; Waktu
    1; Risa Suseanty T; Oakley Eiger Scott,Bdg; 402; 5:14:431
    2; Elmiati; Seltic Charm Devo,Bdg; 403; 5:27:678
    3; Hany Anggraeni; GSD, Tangerang; 401; 6:30:471
    4; Audi Fareza; JDC, Jakarta; 405; 6:49:483

    G. Kelas Hardtail Open :
    Urutan; Nama; Club; Nomor Start; Waktu
    1; Joko Prayitno; XTR, Malang; 706; 5:41:880
    2; Ade Steven; ISSI, Jambi; 704; 6:04:305
    3; Marta; ISSI, Jambi; 705; 6:22:014
    4; Deni Lem; Zero Two Two, Bandung; 702; 6:40:566
    5; Essa; GSD, Tangerang; 701; 7:25:522

    Wednesday, August 30, 2006

    Volcano Downhill Championship Serie-1

    Dear Mountain Bikers,
    Guna lebih mempopulerkan olahraga Sepeda Gunung pada umumnya, serta untuk mencari dan memunculkan bibit-bibit atlit Downhill, juga untuk lebih memperkenalkan Trek Gunung Pinang, maka komunitas sepeda gunung Cilegon - Serang - Merak menyelenggarakan kejuaraan Downhill Volcano serie-1 pada tanggal 16-17 September 2006, sebagaimana brosur berikut ini : (silahkan di click pada gambar untuk memperbesarnya)



    Informasi umum juga dapat dilihat berikut ini :

    Hadiah untuk tiap kelas yang dilombakan adalah sbb :


    Demikian, kami tunggu partisipasi rekan-rekan MTB-ers semua, baik sebagai peserta maupun sebagai sponsor (recommended), ataupun pengamat dan penggembira, sekalian menjajal trek-trek yang tersedia di lokasi Gunung Pinang ini (Downhill dan XC). Jangan dilewatkan !!!.

    Salam Sepeda Gunung !

    PS : untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi para kuncen Gunung Pinang berikut ini :

    Pyandono - 0811-150784 <pyandono@siemens.com>

    Fadjar Luthfie - 0818-479562 <luthfie.fadjar@pttitan.com>

    Arief Irwanto- 0811-122399 <Arief_Irwanto@cabot-corp.com>

    Said - 0812-28464811

    Ari Subagyo <aris@ami.co.id>

    Edi Wantoro - 0818-850508 <edi.wantoro@pttitan.com>

    Imam Wid 0817-4877060 imamwid@krakataueng.co.id

    Derry - 0811-120751 <derry_dasuki@cabot-corp.com>